Madu kami terbagi menjadi dua yaitu madu hutan dan madu ternakan.
Madu hutan biasanya di dapat dari sarang lebah liar jenis Apis Dorsata atau Apis Florea terdiri dari dua jenis yaitu madu hutan biasa dari Riou dan Palembang, yang kedua madu hutan super yaitu yaitu madu yang didapat dari hutan sumbawa, Adapum madu ternakan biasanya di dapat dari jenis lebah Apis melifera dan merupakan lebah yang jinak yang diinport dari italia, merupakan madu yang di budidayakan secara berpindah-pindah atau menetap.
Madu hutan biasanya di dapat dari sarang lebah liar jenis Apis Dorsata atau Apis Florea terdiri dari dua jenis yaitu madu hutan biasa dari Riou dan Palembang, yang kedua madu hutan super yaitu yaitu madu yang didapat dari hutan sumbawa, Adapum madu ternakan biasanya di dapat dari jenis lebah Apis melifera dan merupakan lebah yang jinak yang diinport dari italia, merupakan madu yang di budidayakan secara berpindah-pindah atau menetap.
Madu produksi kami merupakan madu murni dan dapat kami pertanggung jawabkan kemurniannya, sebagaimana selogan kami jika tida murni uang kembali dengan catatan anda dapat memperlihatkan bukti-bukti kepalsuanya secara ilmiah, sebagaimana yang beredar di masyarakat tentang pengetesan madu murni itu tidalah seratus persen benar, berikut sedikit penjelasan tentang madu.
Penjelasan Madu "Sari Bunga"
Madu Dan Semut
Semut merupakan hama bagi lebah penghasil madu, seperti yang dijelaskan oleh B.Sarwono "...Kehadiran semut disarang lebah madu dapat merugikan produksi karena serangga itu memakan madu, tempayak, lilin dan sisa-sisa pakan lebah ..."
Pendapat tersebut diatas juga didukung oleh Prof.Dr .D.T.H. Sihombing Guru besar IPB (Institute Pertanian Bogor) menjelaskan "...menjadikanya sebagai rantai makannan yang mengangkut madu telut dan larva ..."
Jadi dari kedua pendapat ahli tersebut diatas, setelah melakukan penelitian yang sukup lama, kita simpulkan bahwa semut tetap suka dengan madu, adapaun yang mengatakan semut tidak suka madu tidak berdasarkan penelitian dan hanya menurut kabar burung saja yang tidak jelas dan hanya menduga-duga tanpa berdasarkan penjelassan yang ilmiah, kalaupun semut tida suka bisa disebabkan oleh faktor fermentasi pada madu yaitu terjadi proses permentasi pengalkoholan, sehingga semut tidak suka akibat baunya yang menyengat.(majalah intisari).
Madu mengkristal atau berubah warnaMadu pada suhu dingin akan terjadi pengkristalan atau berubah warna keputihan, hal ini disebabkan oleh kandungan jat yang ada pada madu yang bernama DEXTROSA, apa bila suhu dingin, dextrosa dapat mengkristal sesuai dengan sipat zat tersebut, seperti dijelaskan oleh Prof.Dr D.T.H sihombing guru besar IPB pendapat tersebut juga didukung oleh RM Sumo Prastowo, CDA Dan R, Agus Suprapto BA, juga didukung oleh redaksi majalah Trubus,Jika terjadi pengkristalan cukup direndam dengan air panas.
Membedakan madu asli dan palsu
Madu asli alami dapat dikenali dengan ciri :
aroma warna rasa dan kekentalan, produsen berani garansi total dan jelas serta berani diuji di labolatorium keempat ciri tersebut diatas harus benar-benar diteliti dan memenuhi unsur-unsur yang untuk itu perlu pengalaman cukup lama.Cara pengetesn yang sederhana
1. Dengan menggunakan pH meter madu palsu biasanya memoliki pH 2,4 -3,3 atau diatas 5 sedangkan madu asli memili pH 3,4-4,5.
2. Teteskan madu di air diats piring beling putih, ketika piring digoyang kekiri dan kekanan maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah semakin lama bentuk segi enam itu bertahan berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli semakin cepat segi enam itu memudar maka jelaslah itu madu campuran karna nutrisinya sudah jauh berkurang 3 Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti diatas namun piringnya tidak digoyang-goyang, cukup didiamkan saja madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air dipiring keruh sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan lahan akan membuat air menjadi keruh ( perhatian pengetesan ini tidak berlaku bagi kadar airnya tinggi).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar